Kejahatan Media Massa


Media massa seharusnya menjadi pihak perantara antara pemerintah dengan rakyat atau rakyat dengan rakyat lainnya. Namun, terkadang media massa menyalahguakan kewenangannya. Terkadang perlakuan yang tidak mengenakkan tersebut sangat merugikan pihak-pihak tertentu. Artikel ini tidak dibuat dengan asal, tapi berdasarkan pengalaman pihak-pihak yang merasa dirugikan tersebut. Inilah kejahatan-kejahatan yang dilakukan sebagian oknum media massa :

Berita = Senjata Pemerasan

Pernahkah anda diperas oleh seorang oknum pencari berita? Seseorang  yang tidak ingin disebutkan namanya mengaku bahwa ada oknum pencari berita yang memeras dirinya karena oknum pencari berita bersangkutan memiliki berita yang memojokkan dirinya. Ini nyata dan memang ada pada kehidupan kita. Tidak sepatutnya pencari berita melakukan hal seperti ini. Inilah kejahatan media terbesar dan sangat memalukan.

Pemberian Judul dan Gambar Ilustrasi yang Tidak Sesuai dengan Isi Berita

Hal ini memang sepele, namun apa jadinya jika berita yang disebarkan berkaitan dengan isu internasional yang menyangkut kelangsungan hidup sutu negara? Ini terjadi pada salah satu media barat yang mengilustrasikan korban konflik di Suriah dengan gambar ratusan jenazah korban perang Irak.

Lain halnya dengan gambar, pernahkah anda menemukan judul dalam suatu artikel yang seolah dipelesetkan dan dibesar-besarkan? Ini sering terjadi pada media massa digital. Hal ini bertujuan memancing netizen untuk membacanya. Ini memang lumrah dilakukan, tetapi apa jadinya jika judul yang bersangkutan sama sekali tidak berhubungan dengan isi berita yang disajikan?

Perlu diingat bahwa persepsi manusia sangat dipengaruhi oleh apa yang pertamakali ia lihat. Judul dan gambar dalam sebuah berita tentu saja sangat menarik bagi para pembaca, sehingga cenderung menjadi objek pertama yang dilihat.

Tidak semua media massa memiliki kejahatan-kejahatan tersebut. Artikel ini tidak bertujuan menyudutkan suatu pihak, tapi menyadarkan para pembaca untuk lebih kritis menanggapi berita yang diterimanya. Serta mengkritik media massa yang selama ini mempengaruhi persepsi masyarakat akan suatu hal, untuk lebih netral dan memberi pengawasan ketat kepada para pekerja lapangan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s