Meneladani Soekarno : Soekarno Melawan SAMPAH dan Negeri Mulut Teroris


Bukan karena dukungan materi, asing atau keberuntungan semata Soekarno menjadi Presiden pertama Republik ini.

Bukan untuk peroleh kekuatan, kekayaan, pujian  ataupun kehormatan Soekarno berjuang memerdekakan negeri kita ini.

Bukan untuk memamerkan aroganisme ataupun menunjukkan wibawa Soekarno berkoar-koar dan berapi-api dalam pidatonya, tapi untuk membakar semangat para pemuda dihadapannya, memperjuangkan negara yang ia impikan untuk merdeka.

Ketulusannya mencurahkan seluruh energinya untuk memperjuangkan negeri ini sungguh tak terhingga. Soekarno menjadikan ‘Kemerdekaan Indonesia’ sebagai cita-cita terbesar dalam hidupnya. Tak peduli akan jadi presiden ataupun rakyat jelata, ia tetap memperjuangkan cita-citanya.

Berbeda dengan negeri kondisi kita saat ini. Adakah kini seorang yang tulus berkorban mencurahkan jiwa dan raganya untuk mengemban amanah membangun negeri ini tanpa mengharapkan materi? Adakah kini seorang yang rela diasingkan, dibuang, dijauhkan dari sanak saudara, demi memperjuangkan bangsa ini?

Yang ada kini hanyalah SAMPAH yang mengasingkan diri setelah korupsi!!!

Manusia macam apakah itu????

Bukan bermaksud men-Tuhankan sosok Soekarno, saya kira saya berhak menulis artikel ini demi mengeliminasi SAMPAH-SAMPAH di negeri ini.

Jika kini Soekarno ada, mungkin hukum kita akan menjadi mesin penghancur sampah-sampah yang ada, hingga cepat membusuk atau remuk tak bersisa. Mungkin pula sistem pendidikan kita tak akan menghasilkan smpah-sampah tak berguna.

Mungkin pula negeri adidaya (sebut saja Negeri Mulut Teroris) tak akan sok berkuasa mengobok-obok negeri kita ini. Tak akan pula sok pahlawan memperjuangkan HAM, padahal seluruh dunia tahu apa yang mereka lakukan bersama Negeri Anak-Mamih Sombong pada saudara-saudara kita di Palestina.

Para Pemuda!

Dimana mata kalian? Dimana mulut kalian? Negeri ini kita kini sedang dijajah! Kini dijajah!!

Kapitalisme merajalela, banyak saudara kita pula di negeri ini telah terayu kebebasan tak bertanggung jawab, konsumerisme, hedonisme, kapitalisme yang merupakan ciri  keberhasilan propaganda Negeri Mulut Teroris dan Negeri Anak Mamih Sombong !!

Apa titah Soekarno tentang Gerakan NonBlok?

Kita adalah negeri berbudaya, bermartabat. Namun saat budaya kita diobok-obok, martabat kita dilecehkan, mengapa kita diam?

Tumbukanlah kawan-kawan, sikap berani, tegas, lugas nan jiwa ksatria pada diri kalian. Belalah negeri kita ini dari sampah yang ada di dalam maupun sampah yang mencoba merenggut kebersihan negeri ini.

Soekarno ataupun semua orang akan bangga, jika kita mencoba meneladani sifat-sifat baiknya.

Jadilah pemimpin yang adil, berwibaya, berdedikasi, tulus dan berkharisma, dan buanglah SAMPAH pada tempatnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s